Cara Agar Anak Mau Minum Obat

Lakukan Cara Ini Bila Si Kecil Susah Minum Obat

Dikala si kecil sakit, umumnya orangtua terserang panik. Lebih panik lagi, kala memberikan Obat Untuk Anak. Dengan Cara Apa biar mereka ingin membuka mulut dan menelan obat yang rasanya pahit? Masalah ini terkadang jadi pengalaman yang membuat frustrasi. Bagaimana cara yang tepat memberikan obat untuk anak?

Cara Agar Anak Mau Minum Obat

Berikut 10 cara cerdas memberikan obat untuk si kecil yang susah minum obat :

1. Berikan dengan wajah yang ceria

Saat Kamu memegang obat dan memasang kuda-kuda seraya memegangi si kecil dengan wajah tegang, bagaimana mungkin anak tidak akan gugup dan menangis bahkan sebelum Kamu coba meminumkannya? “Bersikaplah positif tentang (obat) itu. Bicarakan soal meminum obat seperti membicarakan hal menyenangkan. Anak-anak dapat menerima sinyal dan bahasa tubuh negatif,” jelas Tanya.

2. Samarkan rasanya

Mintalah resep obat dengan rasa buah-buahan agar tak terlalu pahit. Obat-obatan dasar seperti obat penurun demam, obat batuk dan flu umumnya tersedia khusus buat anak-anak. Untuk obat berbentuk puyer, Kamu dapat gunakan sirup pencampur puyer untuk mengurangi rasa pahitnya. Tapi ingat, tetaplah memakai obat-obatan atas resep dokter.

3. Minimalkan rasa pahit

Anak-anak cenderung memuntahkan obat-obatan pahit. Untuk menghindari hal ini, beberapa orang tua mengakalinya dengan memakai jarum suntik dan pipet bahkan ketika anak-anak mereka cukup umur untuk minum dari cangkir.

4. Memberi kebebasan

Jikalau anak Kamu sudah cukup besar untuk memilih dan memutuskan sesuatu, biarkan dia memilih caranya meminum obat. Janganlah paksakan kehendak dengan memaksanya membuka mulut dan menenggak obat.

5. Memegangi anak dengan benar

Untuk meminumkan obat pada bayi di bawah setahun, lakukan dengan cara yang tepat dan tak menyakiti si kecil. Pertama-tama, rebahkan si kecil diatas alas tidur. Kamu boleh meminta pertolongan orang lain untuk memegangi tangan apabila si kecil terlalu kuat bergerak. Pakai salah satu tangan untuk menekan ke-2 pipi bayi supaya mulutnya terbuka, lalu teteskan obat dengan pipet di sektor samping mulut, janganlah langsung ke tenggorokan supaya bayi tak tersedak.

6. Pastikan dosisnya pas

Kesalahan paling besar orang tua saat memberikan obat pada anak, tidak memperhatikan dosisnya. Mereka memanfaatkan sendok teh dan sendok makan untuk meminumkan obat sesuka hati.

7. Perhatikan petunjuk pemakaian obat

Pastikan Kamu memanfaatkan obat dengan cara yang benar. Jangan abaikan petunjuk pemakaian yang biasa tertera di kemasan obat. Ada beberapa aturan yang kerap luput dari perhatian, contohnya : apakah obat diminum sebelum atau setelah makan, perlukah menyimpan obat di lemari pendingin atau di suhu ruangan saja, berapa jarak interval minum obat, dan apa saja kontra-indikasi obat.

8. Katakan yang sejujurnya

Janganlah berbohong dan menyampaikan obat itu rasanya enak. Dikala anak telah mulai mengerti alasan apa pun, rata-rata mulai umur 3 tahun- Kamu bisa sejak mulai menjelaskan bahwa walaupun rasanya tak enak, obat amat bermanfaat untuk membuatnya merasa lebih sehat.

9. Bertanyalah

Mencoba jadi pasien yang kritis. Janganlah takut tanya kepada dokter berkenaan obat yang diresepkannya. Kamu mempunyai wewenang tahu apa saja obat yang diberikan dan kalau Kamu rasa ada yang tak pas, jangan sampai ragu mengatakannya. Coba tanya berkenaan : obat itu buat apa; apakah ada efek sampingnya; bisakah dicampur dengan susu atau makanan anak?

10. Bersihkan dan simpan peralatan dengan baik

Janganlah ceroboh meletakkan obat dan peralatan meminum obat. Sesudah digunakan, bersihkan seluruh peralatan seperti sendok dan pipet dengan air bersih. Pakai sabun dan air hangat untuk membilasnya. Simpan obat-obatan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *